Minggu, 06 Desember 2015

ADAT NGANTEN DESA SULANG KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH



Hallo ! kali ini saya kembali lagi dengan informasi menarik tentang daerah saya tercinta, ya desa Sulang yang memiliki banyak sekali potensi, terutama adat istiadat yang tentunya tidak dimiliki oleh daerah lain. Yuk langsung saja berikut penjelasanya.
Indonesia kaya akan adat-istiadat termasuk tata cara ngantenan. Lain daerah lain adat begitu pula di desa Sulang,kecamatan sulang,kabupaten Rembang Jawa Tengah yang punya adat tersendiri untuk masalah ngantenan.berikut tata caranya.
TEGES GUNEM,
Prosesi yang pertama adalah TEGES GUNEM atau yang biasa disebut dengan notok lawan,yaitu keluarga calon pengantin pria datang ke rumah  calon pengantin wanita. Maksud kedatanganya adalah untuk menanyakan apakah calon pengantin wanita sudah ada yang meminang atau belum dan menanyakan kesediaan calon pengantin putri untuk menjadi pendamping hidup calon pengantin putra. Biasanya keluarga calon pengantin putra membawa beraneka macam jajanan. Yang istimewa disini adalah ada jajanan tertentu yang wajib di bawa misalnya dumbek (clorot),nagasari dan punter. Masing-masing jajanan memiliki filosofi masing-masing contohnya punter yang di harapkan kelak calon pengantin ora kepunter (tidak mengalami  berbagai macam masalah yang berbelit-belit).
MBALEKNO GUNEM
Setelah itu ada acara yang namanya MBALEKNO GUNEM. Yang dimaksud mbalekno gunem disini adalah menjawab teges gunem dari keluarga calon pengantin putra. Apakah calon pengantin putrabersedia menerima keinginan calon pengantin putri atau tidak.
LAMARAN 
Setelah pengantin putri menerima pinangan dari pengantin putra, dilaksanakan acara LAMARAN  Dalam prosesi ini calon pengantin pria memberikan berbagai macam barang, misalnya cincin, kalung, gelang, sandangan sak pengadek (berupa baju,sandal dll). Biasanya setelah acara lamaran langsung dilakukan Ijab qobul (dalam satu hari) jugadilaksanakan tukar cincin sekaligus menentukan tanggal resepsi.
MIDODARENI
Setelah ditentukan tanggaal resepsi, sebelum resepsi dimulai malam harinya dilaksanakan MIDODARENI. Seperti yang kita ketahui midodareni adalah merias pengantin putri yang ditujukan supaya pagi harinya saat resepsi pengantin putra pangkling. Midodareni mengandung maksud supaya pengantin putri cantik seperti bidadari.
PEMASANGAN TARUB
Tak lupa 3 hari sebelum hari H pelaksanaan resepsi , dilakukan pemasangan tarub. Saat memasang tarub tidak hanya dilakukan begitu saja tetapi juga membuat sajen. Adapun isi sajen tersebut adalah Beras, pisang raja 2 cengkeh, jenang, karuk (jipang), kembang mboreh, suroh, ikan gereh pethek, lawe, bumbu dapur lengkap, jambe suroh, dan telur ayam kampung. Pemasangan tarub menggunakan sesaji ini dimaksudkan untuk tolak balak, supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan. Sesaji ini hanya adat saja boleh di lakukan boleh tidak sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tarub di bongkar 36 hari (selapan dino) setelah resepsi berlangsung.
Acara puncak dari semuanya adalah Resepsi( hari H). Saat resepsi juga membuat sesaji nganten yang nantinya diberikan kepada perias (dukun nganten). Ada pula yang melaksanakan ijab qobul saat hari resepsi. Saathari resepsi pengntin putra datang dan membawa rontek, daun beringin yang dimaksudkan supaya bisa mengayomi, pelepah pisang, dan janur. Lalu pengantin bertemu.
BALANGAN SUROH
Selanjutnya dilakukan balangan suroh ( pengantin saling melempar daun suroh) yang dimaksudkan supaya tidak ada godaan terhadap mereka setelah menikah nanti suroh yang di bawa oleh pengantin putri dilemparkan di kaki pengantin pria dimaksudkan pengantin wanita tunduk,taat kepada pengantin pria suruh yang di bawa disebut gondhang kasih. Seangkan suroh yang di bawa pengantin pria dilemparkan di dada pengantin wanita artinya pengantin pria harus selalu memberi kasih sayang kepada pengantin wanita. Suroh yang dubawa disebu gondhang tutur.
NGIDAK ENDHOG
Setelah balangan suroh dilakukan ngidak endhog ( menginjak telur ). Menginjak telur dilakukan oleh pengantin pria. Ngidak endhog mempunyai makna seksual yaitu pengntin wanitasiap kehilangan keprawanannya untuk pengantin pria. Setelah telur pengantin wanita berjongkok dan mencuci kaki pengantin pria. hal ini dimaksudkan sebagai tanda bakti seorang wanita kepada pria. Lalu pengantinn pria membantu pengantin wanita untuk berdiri.
Lalu bapak dari pengantin wanita menggendong keduapengantin menggunakan selendang dan mengantarkanya ke pelaminan.
DULANGAN
Kedua pengantin secara bergantian menyuapkan nasi kuning,dimaksudkan agar setelah membangun keluarga keduanya terus saling menyayangi.
KACAR KUCUR
Pengantin pria  menuangkan beras kunig,uang receh dan kembang tujuh rupa kepada pengantin pria, maksudnya adalah pengantin pria berkewajiban memberikan nafkah kepada pengantin wanita. Lalu diberikan kepada ibu pengantin wanita.
SUNGKEMAN
Sungkeman dimaksudkan untuk meminta restu kepada kedua orang tua pangantin supaya selalu di doakan tidak ada halangan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Saat sungkeman, keris pengantin pria diambil dulu, ini dimaksudkan apabila keduanya pergi mengunjungi kedua orang tua, mereka meninggalkan sejenak tahta dan harta mereka juga tidak memamerkan apa yang mereka miliki kepada orang tua

Ya, itulah teman-teman tradisi adatnganten di desa Sulang, masing-masing daerah berbeda adatnya. Jangan jadikan perbedaan itu sebagai pembeda antara masing-masing daerah, tetapi terus pelajari dan lestrikan budaya daerah kita masing-masing karena itu merupakan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebagai generasi muda,generasi penerus bangsa terus pelajari dan cintai apa yangdaerahkita miliki, kalau tidak sekarang kapan lagi, kalau tidak kita siapa lag.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar